Kamis, 03 Juli 2014

Mimpi, Pertanda Apakah ini ?




Pernah gak sih kalian bermimpi tentang kejadian aneh? Semisal dikejar lebah, macan, ular, orang gila atau ngeliat bulan, bintang, monster, bahkan ketemu sama orang-orang yang di kehidupan sehari-hari jauh dari kata deket. Tiba-tiba muncul gitu aja dalam mimpi kita?!

Mungkin banyak dari kita yang sering terbangun tiba-tiba gegara mimpinya aneh bin serem bin ajaib. Abis itu kita bertanya-tanya “kok bisa aku mimpi gituan?” atau memaki dalam hati, “Siapa dia sampe muncul dalam mimpiku?”. Atau kayak yang sering aku alami ini, kalau pas abis bangun langsung lupa gitu aja sama mimpiku barusan. Kadang-kadang sih lupa setengah bahkan hampir seluruh skenario mimpi,” Tadi mimpi apaan ya?” *garuk kepala* Nah loh -_-
Kayak pagi ini, niatnya bakal bangun sesuai alarm hp. Ya namanya lagi bulan puasa, sebagai anak yang hidup di tanah rantau *muehehehe* aku nyadar gak ada yang bangunin sahur. Gak enak minta bangunin ke temen satu kos. Jadi pasang deh tuh alarm hp di jam 3.20 am. Tapi kemudian bukannya dibangunin sama dentingan hape melainkan suara bising dari corong masjid deket kosan. Suara bapaknya yang treak-treak di toa super duper sukses deh bikin aku bangun seketika. Daann waktu aku cek hape, ternyata masih jam 2.32 am cuyyy. Aaarrrrrgggggghhhh!!! Kesel, kalo bisa pengen deh aku snooze tuh suara, biar bisa tidur lagi.
Abisnya kesel banget sih, lagi tidur nyenyak-nyenyak malah ditreakin suruh bangun. Heran deh, apa iya setiap tahun selalu begini? Bisa-bisa gak pernah dapet momen tidur nyenyak nih kalau malam. Mending begadang kali ya sambil nunggu sahur *halah impossible*
Pokoknya aku bete banget, mau bangun, masih lama sahurnya, tapi kalau tidur pun mana bisa? Dengan putus asa akhirnya aku memutuskan buat mengadukan keluh kesah ini ke Allah. Selesai itu, udah ngebet banget nih pengen tidur eh jam udah di angka 3 am. Yaudah daripada tidur terus mimpi, tapi mimpinya dari setan mending makan sahur deh.
Di kata-kata itulah aku tersadar bahwa tadi aku juga mimpi, cuman mimpi apaan ya? Rada lupa. Setelah makanan udah siap, baru aku ingat mimpi semalam. Pas inget kronologis peristiwa yang terjadi dalam mimpi aku terlonjak. Entah karena kaget, takut, atau bahagia. Oh God! *shock*.
Kok bisa aku mimpiin dia? Dia yang selama ini cuman jadi bahan ejekan temen. Yang memang teman. Tapi anehnya, di mimpi dia special banget gitu -___- Istighfar betty, inget ya masih ada 'dia' loh. Iya, emang masih ada 'dia' bahkan 'dia' pun muncul juga di mimpi aku! Jadi dia dua-duanya yang ku temukan dalam mimpi :'(.
Tapi, setelah mimpi semalam sungguh aku bertanya-tanya. Apa yang sedang aku pikirkan akhir-akhir ini? Jawabannya 'dia' yang 'kamu'. Iya memang kamu, soalnya kata orang, kalo kita kebanyakan mikirin seseorang, denger namanya, berharap, cemas, bahkan berusaha menghindar sekalipun yaaa tetap bisa kebawa mimpi.
Okelah kalau mimpi ini tentang kamu, semoga ini hadiah dari Allah, dan jawaban atas doa tentang kita. Meski gak bisa ketemu sekarang, semoga lewat mimpi ini apa pun yang terjadi akan membawa pertanda baik. Aamiin.
Tapi aku rada risih, tatkala mimpiku berbalik arah. Ia tiba-tiba saja menampilkan sosok dia yang teman. Sosok yang selama ini ya seperti di awal aku bilang 'jauh dari kata dekat'. Sebatas teman aja. Ketemu cuman sesekali, itupun pas ada kegiatan. Komunikasi pun seperlunya, dan sesadarnya aku, aku gak kangen sama dia --". Jadi tentu aja aku heran, sempet-sempetnya dia hadir juga di mimpi semalam.
Okeh, mimpi semalam gak bisa aku tolak kehadirannya. Aku sendiri kurang paham bagaimana proses terjadinya mimpi. Jadi, entahlah bakal jadi pertanda apa. Menimbang kondisi aku yang lagi sakit ini, mungkin aku lagi diterpa rindu sama keluarga, atau orang terdekat. Namun, semoga mimpi semalam datangnya dari Allah, semoga yang baik menyambutku, dan yang buruk: please jauh-jauh, gak usah nyusahin sayaa !!! *maksa* haha. Aamiin.

Credit: pict from kartunmuslimah.blogspot.com with some modifications

0 testimonial:

Poskan Komentar

please leave your comment

 
© Copyright 2035 Notes Hatiku
Theme by Yusuf Fikri