Minggu, 23 Mei 2010

Perfect diary



Marissa melentangkan tubuhnya di atas ranjangnya yang empuk. Menghela nafas panjang, ia sedikit menenggelamkan kepalanya. Sebelum akhirnya menyambar laptop Acer miliknya di atas meja belajar dan mulai surfing internet dari buka twitter, google search sampai situs blog pribadinya di princess***.blogspot.com. Yuhuuu, Marissa melirik jam yang tergantung di dinding sebelum matanya kembali meraup layar laptop di depannya. Marissa tertawa kecil, ia mengeklik tab New Entri di blognya.
Segera ia menggerakkan jari-jemarinya yang lentik yang tak sabar untuk menuangkan pikirannya di situs maya itu," Sa... tur... day, july... 2.."

Saturday, July 20 2010
15.44 pm

Diary...
Today is really tiring! Otak ini juga udah capek dipake buat mikir. Kakiku kaku pula, habis uang kotong endingnya cuma bisa bayar taxi sampe jalan raya depan sanaaa. Ke rumahnya ya... terpaksa dech jalan... hupt
today is also very annoying!!
Soalnya i met someone yang super duper cakep, aaaahaa, ini sih tipeku abis! Aku melongo ngeliat dia berdiri jaoh di depanku. Aku gak ngijinin mata ini berkedip sedikit pun... dia jalan ke arahku! En makin deket, hampir aku ngeliat semua ketampanan cowok itu.
Mukanya bener-bener Chinesse, kulitnya putih bersih, matanya sipit... iiiih lucu!! Rambutnya shagy item banget. I looked him, dia bediri tepat di depanku n0w! Jantungku makin berdebar kencang, he duh salting ne. But wait! Ada keganjilan di sana di pelipisnya sedikit ada luka goresan, itu..? Ugh terasa ada yang menepuk bahuku. Aku langsung sadar apa yang terjadi. Ku liatin muka cakepnya berubah jadi wajah yang penuh tanda tanya. Oh MG! Cowok itu ninggiin volume suaranya," Mukaku bukan sampah..." matanya menatapku dalam, mungkinkah ada kebencian di sana,"... jadi kalo mau buang pena..." tooongng..ngng!
Hihi. Itu penaku yang ga sengaja ku lempar sembarangan akhirnya mendarat juga di tong sampah. oh... jadi tadi penaku yang bikin luka itu di pelipisnya. Cowok itu melempar penaku ke tempat sampah depan rumah en langsung pergi dengan tatapan yang sengit. I was so surprise! Apa iya raut itu suatu kemarahan? Aku malah jadi geram begini... dia itu capa sih? Aku belum pernah liyat dia di komplek sini. Mukanya penuh kegusaran... Hupt aku jadi lupa minta maap :-(

0 testimonial:

Poskan Komentar

please leave your comment

 
© Copyright 2035 Notes Hatiku
Theme by Yusuf Fikri