Selasa, 04 Mei 2010

Perfect diary P.3

Hari pertama masuk sekolah baru bener-bener membosankan jika belum apa-apa mesti mengikuti upacara bendera. Ya, begitulah yang dirasakan Marissa. Ia berbaris dibarisan paling depan bersama Emely di antara anak2 satu kelasnya yg lain. Walau cuaca pagi ini begitu cerah tapi Marissa tampak lesu, mungkin karena teriknya matahari yang menyengat kulitnya." Pegel nih kaki, mana panas lagi."gerutu Marissa." Namanya juga upacarah dimana-mana yang namanya upacara ya pasti berdiri." sahut Emely mengomentari Marissa yg terus-terusan mengeluh itu. Iya juga, tapi kenapa sih kalau upacara mesti berdiri di tengah teriknya matahari begini kan capek. Marissa melirik Emely sepertinya ia bukan orang yg tepat untuk mendengarkan keluhan itu. Bukan, bukan Emely. Ia terlihat arogan dan tegas jadi jangan main-main dengannya, mungkin karena ia ketua kelas. Tapi walau begitu Marissa tak setakut yg anak perempuan yg berbaris di belakang mereka melihat Marissa melirik Emely dengan lirikan ngeri. Tapi karena ia tak mau cari gara-gara di saat upacara seperti ini.
Huft, Lilka teman sebangku Marissa juga terlalu pendiam untuk seorang dia yg banyak tanya. Nina agaknya sangat menyukai hal2 yg berbau fashion, bisa dibilang ia fashionholic. Padahal Marissa mesti ngurangin hal2 yg banyak mementingkan life-stle. Emang susah dapet temen yg klik di hati dalam sehari. Di sekolah ini ada semacam site di mading tentang anak2 yg dirasa perlu dapet temen baru dan diantaranya nama Marissa Cyrle tertera di sana. " Ya ampun! Malu2in ga sih namaku dipajang di sini?" spontan Marissa kaget. " Ya ga tau, namaku kan ga pernah terdaftar dsitu. Aku kenalin kamu ke temenku aja ya, namanya Karen." tawar Edo. " Anaknya menarik, ceria dan baik pula." tambah Edo. Marissa melirik Edo curiga. Edo sempet salting," Eh... Itu kata temen-temen."
Anak yg kata Edo terlihat menarik dan periang itu sekarang lagi di kantin. Entah gimana caranya Marissa mencoba memancing perhatiannya. Tapi ampun deh Vanes ada di sana, mereka temenan? Padahal saat itu Marissa tengah menyapa Karen yg berdiri di samping meja kantin tempat Vanes dan temen-temennya nongkrong.

0 testimonial:

Poskan Komentar

please leave your comment

 
© Copyright 2035 Notes Hatiku
Theme by Yusuf Fikri