Jumat, 10 Februari 2012

Puisi dalam Majalah



Buat sobat yang lagi mentok nulis belum dapet ide buat nglanjutin aktivitas mencorat-coret lagi di kertas mu, gak ada salahnya baca karya sastra sobat kita yang lain. Lain hal emang lain cerita sih ... so lain orang emang lain kreasi tapi siapa tahu dari karya orang lain mood kita buat menulis 'cling' lagi :D
because in my mind they are the poem touched my heart so I can make the spirit to work when the mind is empty :)


Tentang Kamu

( Alina Sitha )


Masih lekat dalam ingatan

Kau yang hadir mengusik sepi

Tawarkan asa yang menjelma perlahan

Merangkulku ‘tuk terus menggayuh mimpi

Kau sirnakan temaram dalam hariku

Kau ganti dengan benderang auramu

Tingkahmu tak pernah kaku

Pancarkan rona merah pipiku yang bersemu

Aku harap ini bukanlah akhir

Saat kau sisipkan sebuah surat merah jambu dalam booklet-ku

Kau katakan akan hijrah ke negri kincir angin

Dan akan kembali untuk menemuiku …



Kasih Bayangan

( Ika Shiepurple )


Tuhan, Bantu hambaMu

Detik, menit, jam ku menunggu

Menunggu, menunggu dan selalu menunggu

Ungkapan kasih dari sang pelebur hatiku

Tuhan, dekatkanlah kami jika dia pangeran hidupku

Jika bukan, izinkanlah dia menjadi kekasih bayanganku

Izinkan aku mendekapnya

Izinkan aku memeluknya

Dan izinkan aku menatap sinar matanya

Walau hanya bayangan semata

Aku bahagia apabila terus ku ingat senyum manisnya



Kering kenangan

( Luluk Wijayanti )


Ranting-ranting itu adalah kenangan

Yang semakin kurus mengkerut

Retak, kurus, kering, suram

Akhirnya hilang di balik daun jatuh kering

Pohon yang menancap kokoh di tanah

Biasa gaduh dalam canda

Penuh zat pembangkit

Membawa angin penuh kesejukan

Kini bungkam dalam cerita duka

Menunduk lemah, tiada zat pembangkit

Pucat semakin layu dan renta

Dalam kenangan cinta

Dalam kesejukan

Tiada hati buat mengaduh

Pucat, kering, renta dan semakin kurus

Lenyap segala kenangan

Tak lenyap dalam duka dan sedih

Kering rinduku renta cintaku

Adalah cinta di dalam kenangan dan rindu



Hujan

( Dyatma Nuradini )


Aku tahu kau di sini

Akan tetapi,

Pikirmu melanglang buana

Terbang jauh melayang

Menari-nari

Bersama hujan rintik yang deras

Angannya menembus bingkai-bingkai jendela

Rintik demi rintik terus berjatuhan

Detik demi detik terus bergulir

Mencoba rasakan tetes demi tetes

Relung hatinya yang sendu

Tertusuk-tusuk semilir angin yang sejuk

Sebutir kenangan tumpah tak terbendung

Menodai pipinya yang gagah



Di Sini, Kita Bertemu

( T. Sandi Situmorang )


Hanya da sepi di hatiku

Ketika tawa kita terberai

Di ujung waktu di ujung kota

Bohong jika hidup ini pilihan

Sebab selalu tiada pilihan di ujung paksa

Katamu, sebelum kita berjabat tangan

Lalu berpisah dengan menjinjing luka

Pada senja bertuba

Angin membawa langkah kita

Pada pusaran yang sama

Di kusam matamu ku jaring letupan bintang

Aku hendak bertanya tetapi gagal

Masihkah bagimu hidup bukan pilihan

Ketika waktu mempertemukan kita, di sini


pangen baca puisi lainnya? Silahkan search Puisi on Label under

2 komentar:

please leave your comment

 
© Copyright 2035 Notes Hatiku
Theme by Yusuf Fikri